TKP Penemuan Jenasah Alm Ruslan Effendie.

KUALA KURUN – Kepergian H Ruslan Effendi (35) untuk selama-lamanya masih menyisakan luka mendalam bagi pihak keluarga. Sampai saat ini, ibunda korban Hj Gamawati (58) masih sering teringat almarhum anaknya. Dengan berlinang air mata, dia menceritakan keseharian korban semasa hidup.
”Di dalam keluarga, korban itu dikenal dengan pribadi yang baik, rendah hati, ramah, lembut, murah senyum, dan tidak pernah menyakiti orang lain. Terkadang, saya sedih ketika membayangkan senyum dan kebaikannya ketika masih hidup,” ucap Hj Gamawati (58), ketika ditemui di rumahnya, Jalan Sangkurun, Kota Kuala Kurun, Selasa (5/8) siang.
Dia menuturkan, kematian korban yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara tersebut meninggalkan dua orang anak laki-laki yang masih kecil, yakni Muhammad Raka (11) yang duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD), dan Muhammad Saka Firdaus (4). Dirinya pun tidak habis pikir, pelaku tega membunuh anak kesayangannya tersebut dengan tidak berperikemanusiaan.
”Saya tidak terima anak saya dibunuh dengan cara yang sadis, dan meminta kepada penegak hukum agar pelaku dihukum mati,” ujarnya sembari menghapus air matanya.
Sebelum kejadian pembunuhan tersebut, kata dia, memang tidak ada firasat apapun dari pihak keluarga. Hanya saja, tidak seperti biasa sebelum berangkat ke lokasi pekerjaan di Desa Tumbang Pasangon, Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut), korban membersihkan halaman rumahnya.
”Waktu itu korban sempat menelpon, bahwa dia sudah membersihkan pekarangan rumah dengan memotong rumput. Tidak biasanya korban seperti itu,” katanya.
Dia pun mengakui, memang korban sempat bercerita bahwa dirinya pernah terlibat cekcok mulut dengan pelaku. Saat itu, pelaku memaki-maki korban dan meminta untuk sejumlah uang dan segera dibawakan bahan makanan ke lokasi pekerjaan.
”Anak saya memang pernah cerita kalau ada sedikit masalah dengan pelaku yang sudah bekerja dengan korban selama empat tahun belakangan ini,” katanya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Gumas AKP Aries Nugroho mengatakan, pelaku pembunuhan terhadap Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Gunung Mas (Gumas) H Ruslan Effendi (35) telah tiba di Mapolres Gumas, dan masih menjalani pemeriksaan intensif guna penyidikan lebih lanjut.
”Ada dua orang pelaku yang kita tangkap, yakni AK (26) dan AR (25). Keduanya merupakan anak buah korban yang ikut bekerja di lokasi pekerjaan, Desa Tumbang Pasangon, Kecamatan Kahut,” katanya.
Pihaknya pun berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Gumas dan Polres Lamandau yang telah membantu dalam pengungkapan kasus ini. Berkat koordinasi, akhirnya pelaku berhasil ditangkap.
”Sejauh ini, para pelaku masih diperiksa, dan tindakan keji yang dilakukan tersebut mengarah pada unsur pembunuhan berencana,” pungkasnya. (admin)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: