BERSALAMAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong bersalaman dengan peserta didik yang menyambut kedatangannya, di acara syukuran pemerintah desa dan masyarakat Tumbang Tariak, Kecamatan Kurun, di Halaman Balai Pertemuan Sangking Penyang, Desa Tumbang Tariak, Jumat (6/9). FOTO : PROTOKOL GUNUNG MAS

KUALA KURUN – Kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Desa Tumbang Tariak langsung disampaikan ke Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong. Hal ini pun mendapat respon positif dari orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

”Terkait kesulitan air bersih, akan segera kami tindaklanjuti dengan memanggil pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Perusahaan Daerah Tirta Bahalap Kuala Kurun,” ucap Jaya, usai menghadiri acara syukuran pemerintah desa dan masyarakat Tumbang Tariak, Kecamatan Kurun, di Halaman Balai Pertemuan Sangking Penyang, Desa Tumbang Tariak, Jumat (6/9).

Pihak terkait tersebut, kata dia, harus segera mengevaluasi apa yang menjadi penyebab dan kendala, sehingga air tidak mengalir. Setelah diketahui, baru langsung dilakukan perbaikan.

”Kami minta permasalahan air bersih harus segera diselesaikan. Saya sendiri yang akan mengawasi hingga air mengalir ke rumah warga,” tegasnya.

Dia mengatakan, permasalahan air bersih bukan hanya terjadi di Desa Tumbang Tariak saja, akan tetapi juga terjadi di desa lain. Air bersih ini pun masuk dalam salah satu program unggulan yang harus diselesaikan dan dinikmati oleh masyarakat.

”Kami akan mengevaluasi apa yang menjadi permasalahan, sehingga nantinya kedepan masyarakat bisa merasakan program air bersih,” ujarnya.

Dirinya merasa bangga karena masyarakat Desa Tumbang Tariak yang tidak sungkan untuk menyampaikan hal-hal yang kurang dalam pembangunan di desa, khususnya bidang air bersih.

”Saya senang keterbukaan, tidak perlu sungkan atau malu. Apa yang menjadi kekurangan di desa bisa disampaikan supaya saya tahu,” tuturnya.

Dia pun berharap kepada kades untuk aktif terkait permasalahan air bersih tersebut, sehingga bisa cepat diselesaikan dengan mencari solusi terbaik, karena setiap pembangunan yang dilakukan di desa harus ada manfaatnya.

”Dalam melaksanakan setiap pembangunan, harus mengedepankan asas manfaat bagi masyarakat kita. Jangan hanya mengejar fisik, tapi tidak memiliki fungsi,” tutupnya. (admin)

%d blogger menyukai ini: