FOTO : Pondok Anspirasi Jurnalis dalam rangka ketahanan pangan. Yang dibuat PWI Gunung Mas.

KUALA KURUN-Jurnalis atau Wartawan identik dengan namanya seorang kuli tintah di era tahun 90 an, sekarang jurnalis perlu perubahan seiring dengan kemajuan zaman, dan tetap pada koridor sebagai seorang yang independen dalam memberikan kontrol sosial yang tujuan untuk kemajuan zaman.

Wacana Ketahanan pangan ditengah pandemi wabah korona, membuat jurnalis dibawah Persatuan Wartawan Indonesia Gunung Mas,dalam rangka mendukung program pemerintah khususnya di kabupaten Gunung Mas.

Dengan memanfaatkan lahan kosong milik salah satu jurnalis media online Dayak News,Dodi Eduardo Sitanggang bersama anggota PWI Gunung Mas lainnya,melaksanakan pengolahan tanah untuk lahan bercocok tanam beberapa jenis sayur dan jagung serta beberapa tanaman buah-buahan.

Selain itu,wartawan kabupaten Gunung Mas,membangun sebuah pondok yang dinamakan “Pondok Anspirasi Jurnalis”.

Dikatakan oleh Ketua PWI Gunung Mas,Popy Oktovery,SE mengatakan ide Jurnalis untuk Ketahanan Pangan dan Pondok Anspirasi Ini,muncul dari ide wartawan Gunung Mas,Dodi Eduardo,dimana selain beliau hobi dalam bercocok tanam,rupanya,ide membuat pondok anspirasi ini bagus sekali, karena jika wartawan maupun jurnalis kehilangan ide dalam membuat berita atau sedang jenuh,karena dalam kesehariannya bergelut menulis berita, ditempat inilah awak jurnalis Gunung Mas, bisa menyegarkan otak, untuk mendapatkan ide-ide tulisan nya.

“Selain ide bercocok tanam dari rekan wartawan,Dodi.ide membuat pondok anspirasi ini dalam rangka kita memberitahukan bahwa awak media atau wartawan ini bisa bergelut di berbagai bidang, dan tidak hanya fokus menulis berita,”tutur Popy,Rabu,(29/7).

Lanjut tambah Popy,kedepan harapannya, mudahan ada pihak dari swasta maupun negeri bisa membantu dalam pengembangan lahan bercocok tanam, ataupun bisa membantu dalam membuat kelompok tani,sehingga kedepan, tempat ini, tidak hanya sekedar nama saja.

Terpisah Dodi Eduardo Sitanggang, selaku pemilik lahan,mengatakan bahwa ide membuat lahan bercocok tanam dan pondok anspirasi ini, dimana dikarenakan hobi dalam bercocok tanam.

“Semoga tempat ini dapat dikembangkan dan dibentuk kelompok tani wartawan,”tukas Dodi.(admin)

 

 

 

%d blogger menyukai ini: