SOSIALISASI : Bhabinkamtibmas Polsek Kahut bersama babinsa melakukan sosialisasi larangan PETI melalui spanduk kepada masyarakat Kecamatan Kahut, Kamis (7/10).

KUALA KURUN – Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor (Polsek) Kahayan Hulu Utara (Kahut), Polres Gunung Mas (Gumas) bersama Babinsa, melaksanakan sosialisasi dan membentangkan  spanduk imbauan tentang larangan melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Ini dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari aktivitas PETI tersebut.

“Larangan melakukan PETI, khususnya penambang emas ilegal ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya kurungan penjara 10 tahun dan denda Rp 10 Miliar,” ucap Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, SIK, melalui Kapolsek Kahut Ipda Waryoto, SH, MM, Kamis (7/10).

Kapolsek menuturkan, pembentangan spanduk ini untuk memberikan pemahaman, dan imbauan kepada masyarakat pekerja emas tanpa izin, agar dapat meninggalkan kebiasaan bekerja emas, karena kegiatan pekerjaan ini akan menimbulkan dampak rusaknya lingkungan, ekosistem sungai, dan menyebabkan tanah longsor.

“Kami berharap agar masyarakat dapat beralih untuk mencari pekerjaan lain yang legal dalam memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya.

Dengan dilaksanakan pembentangan spanduk imbauan tentang larangan aktivitas PETI tersebut, dimbau kepada masyarakat Kecamatan Kahut untuk menghentikan aktivitas penambangan emas illegal. Jika masih melakukan aktivitas demikian, maka akan ditindak tegas dan mendapat sanksi hukuman.

“Kami juga melakukan imbauan dan sosilisasi kepada warga dan pemerintah desa, untuk selalu menjaga lingkungan, sehingga terhindar dari kerusakan alam dan longsor,” tukasnya. (admin)

%d blogger menyukai ini: