FOTO : Kasat Narkoba Polres Gunung Mas Ipda Budi Utomo, SH

KUALA KURUN – Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Gunung Mas (Gumas) terus berupaya dalam melakukan pemberantasan narkoba di daerah ini. Hingga Bulan November 2020, sudah 31 kasus tindak pidana narkoba yang berhasil diungkap. Jumlah ini mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun lalu.

”Melonjaknya pengungkapan kasus tindak pidana narkoba ini, menjadi sinyal bahwa Kabupaten Gumas masih menjadi surga bagi pengedar untuk menjual barang haram tersebut,” ucap Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, SIK, melalui Kasat Narkoba Ipda Budi Utomo, SH, Jumat (20/11).

Dari pengungkapan kasus narkoba itu, kata Budi, pengguna narkoba mayoritas di atas usia 30 tahun dan merupakan pekerja tambang emas. Biasanya mereka mendapatkan uang lebih mudah dengan pelariannya adalah narkoba. Disitulah para pengedar memanfaatkannya.

”Untuk memberantas peredaran narkoba, perlu kebersamaan antara seluruh pihak. Tanpa itu, kami yakin akan sulit diberantas. Selain itu, perlu juga peran aktif masyarakat untuk melapor jika mengetahui adanya transaksi narkoba,” tuturnya.

Saat ini, tergantung dari masyarakat. Apabila aktif, maka diyakini Kabupaten Gumas akan bebas narkoba. Akan tetapi kalau masyarakat cuek, peredarannya akan tumbuh subur, meskipun dari kepolisian terus menerus menangkap para bandar narkoba tersebut.

”Nanti kami akan menyiapkan akses bagi masyarakat, berupa nomor telepon untuk melapor jika mengetahui informasi pengedaran narkoba. Semua pihak harus bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba,” tegasnya.

Sekarang ini, salah satu peredaran yang mengkhawatirkan di desa itu adalah penggunaan lem fox dan obat keras, yang biasanya dengan mudah didapatkan. Untuk masalah itu, akan ada inovasi melalui media spanduk yang mengimbau toko obat untuk tidak melayani pembeli dengan jumlah yang banyak. Spanduk ini akan dipasang di setiap kecamatan.

”Dalam pemberantasan narkoba, selain melakukan penegakkan hukum, kami juga gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai bahaya dari penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (admin)

%d blogger menyukai ini: